17 May 2010

Pulau Permaan

Nama lain pulau Parumaan adalah Pulau Permaan. Sebelumnya saya sudah pernah Posting tentang Pulau permaan tapi dalam bahasa Suku Bajo. Nah sekarang Saye terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia..heheheee
oh iya..mengenai gambar/fotonya nanti menyusul.Masalahnya saye belum sempat pulang ke sana..inisalah satu foto yang saya ambil di teman saya

Pulau Ini tepatnya terletak di tengah laut yang dikelilingi oleh beberapa pulau.Jarak antara Kota Maumere dengan pulau ini kurang lebih 6 KM. Rata-rata penduduknya asli suku Bajo yang sudah lama menetap di sana.Konon asli Nenek Moyang mereka berasal dari Sulawesi.Agama yang di anut adalah agama islam seratus percen yang dilakukan turun temurun karena Nenek moyang mereka sangat kuat masalah keagamaan. Luas pulau ini kira-kira 1 Km, gak terlalu luas sich karena dulunya sudah sebagian daratannya digenangi oleh air akibat gempa tahun 1992.

Tidak banyak orang-orang Di Flores yang tahu letak pulau ini. Kebanyakan mereka hanya mengenal Pulau Pemana,pulau Babi dan pulau Besar.Padahal Pulau ini sudah ada penghuninya kurang lebih abad ke 18 (1900). Kebiasaan suku bajo(laki-laki) di pulau ini adalah sering keluar mencari ikan selama satu bulan atau dua bulan,sehingga jarang ada di kampung.Mereka lebih memilih untuk mencari nafkah untuk keluarganya daripada bersosialisasi dengan pemerintah atau kemasyarakatan. Walaupun demikian, untuk masalah kerjasama dan toleransinya sangat kuat sehingga jarang bagi mereka terjadi kerusuhan atau pertengkaran. Misalnya saja salah satu keluarga yang tidak mempunyai Motor laut (sampan), keluarga yang lain pasti akan meminjamkan motor lautnya tersebut.Inilah cerminan kerukunan suku bajo di pulau ini.

Dari dulu pulau ini terbagi menjadi : kampung barat dan kampoeng timur tetapi masih dalam satu desa. Kedalaman lautnya sangat menakjubkan karena terdapat banyak taka(laut dangkal di sekitar pulau ini.Bahkan kalau pasang surut maka lautnya akan kelihatan kering sepanjang 1 Km gitu. Biasanya pada musim barat(musim hujan) adalah puncak keganasan laut,angin dan ombak di sekitar pulau ini.Meskipun Ombak badai, masyarakat bajo masih tetap saja melakukan aktivitasnya mencari ikan.

Untuk menjangkau pulau ini, kita bisa naik motor laut dari Nangahale,Pelabuhan sadang Bui maumere,Pasar geliting dan Pasar Talibura. Biasanya biaya Kontribusi perahu motor sekitar 20.000. Saya kurang paham lagi sekarang biayanya sudah berapa.Soalnya sudah tiga tahun saye di Luar Flores jadi kurang mengerti lagi perkembangan di sana.


Related Articles/Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment