4 Sep 2011

Kota Putri Duyung di Kopenhagen



Kota Putri Duyung di Kopenhagen
Ibu kota Denmark, Kopenhagen, dikenal dengan keindahan gereja dan bangunan kunonya, dari kanal yang tersedia. Air di kanal pelabuhan kota itu terkenal bersih dan bahkan rutin digunakan sebagai tempat perlombaan renang di musim panas.

Kopenhagen sendiri merupakan kota penting di kawasan Skandinavia, setelah pemerintahan Raja Christian IV pada abad ke-17 dan menjadi ibu kota Denmark di awal abad ke-15. Tidak hanya itu, Kopenhagen merupakan kota ke-4 dari 50 besar kota masa depan Eropa setelah London, Paris, dan Berlin.

Mengunjungi Kopenhagen, ternyata tidak memerlukan kendaraan dan cukup disusuri dengan berjalan kaki. Kopenhagen adalah surga bagi pejalan kaki dan merupakan kota pertama di Eropa yang melarang mobil lewat di sejumlah jalan. Stroit adalah jalan bebas mobil yang paling panjang di Eropa dengan jarak tempuh 1,8 km.

Di Kopenhagen, Anda juga dapat mengunjungi daerah Ny Havn atau New Harbour dengan berjalan kaki dan melihat kanal yang digali sekitar 300 tahun lalu sehingga kapal bisa merapat lebih jauh ke kota.

Melewati Ny Havn, berjalanlah sampai ke Gedung Teater Kopenhagen yang baru dan berada di tepi laut. Arsitektur gedung yang selesai dibangun pada 2008 itu tampak modern dengan desain penuh kaca. Penampilan siknya sangat berbeda dengan gedung teater lama.

Perjalanan ke Kopenhagen selanjutnya bisa diteruskan ke istana kerajaan Amalienborg yang merupakan kediaman resmi Ratu Margaret II. Di istana itru akan tampak beberapa orang penjaga istana dalam pakaian tradisional seperti penjaga Istana Ratu Inggris.

Masih dengan berjalan kaki, Anda juga dapat menikmati patung den Lille Havfrue atau dikenal sebagai patung The Little Mermaid yang sedang termenung di tepi laut. Sang pematung, Edward Eriksen menggunakan istrinya, Eline Eriksen, sebagai model patung tersebut.

Hingga sekarang, patung seukuran manusia tersebut menjadi ikon atau ciri khas kota Kopenhagen. Dalam kisah asli penulis cerita anak versi Andersen, nasib putri duyung tersebut sungguh malang karena tidak berhasil disunting oleh sang pangeran pujaan.

Patung The Little Mermaid itu sendiri disumbang oleh Carl Jacobsen yang merupakan putra pendiri Carlsberg dan perusahaan bir dari Denmark pada 1909.


Related Articles/Artikel Terkait



2 komentar:

mmng denmark bangunannya terkenal keindahannya

Post a Comment