20 Sep 2011

Gadis Kanada Temukan Kedamaian Batin dalam Islam




“Yang membuat saya tertarik kepada Islam adalah keindahan di dalamnya.” Demikian pengakuan tulus gadis Kanada, Tanya, yang juga mengatakan menemukan kedamaian batin (inner peace) setelah memeluk Islam.
Menurutnya, sebelum menjadi Muslimah, kehidupannya tidak karuan dan tidak punya pegangan. “Saya dapat mengatakan hidup saya sebelum Islam sangat sporadis, dengan landasan tidak terlalu banyak, tidak ada akar,” katanya seperti dikutip OnIslam.net (16/8).
Tanya berasal dari keluarga Kristen. Keadaan membuatnya harus tinggal di jalanan selama beberapa bulan, lalu ditempatkan di sebuah panti asuhan. “Saya berada di tiga rumah asuh yang berbeda sebelum yang terakhir yang menjadi rumah permanen saya di mana saya tinggal selama enam tahun,” tuturnya.
“Selama waktu itu saya benar-benar sendirian. Saya tidak punya ibu, ayah, dan tidak ada teman.”
Suatu hari ia berdiskusi dengan teman sekolahnya yang Muslim. Ia menjelaskan tentang agamanya (Kristen) dan temannya pun menjelaskan tentang Islam. “Dia menyangkal hal-hal tertentu tentang kekristenan dan itu benar-benar memukul saya,” kenangnya.
Ia pun mulai pergi ke perpustakaan dan mempelajari lebih lanjut tentang Islam, Kristen, dan agama lainnya. Hidayah pun turun. Ia tertarik kepada Islam.
“Yang membuat saya tertarik kepada Islam adalah keindahan di dalamnya. Saya tidak pernah terkena stereotip atau pemberitaan media yang berkonotasi negatif tentang Islam.”
Setelah lebih jauh mengenal Islam, hatinya gelisah. Ia tidak bisa tidur, makan, bahkan tidak bisa berpikir. “Saya terus berpikir tentang Allah, siapa dia…,” katanya. “Saya terus berkata… beri saya jawaban, beri saya petunjuk, beri saya pegangan karena saya tersesat… Siapa yang harus saya hubungi, tolong beri aku jawaban, saya perlu tahu, saya tidak bisa terus seperti ini.”
“Alhamdulillah (segala puji hanya untuk Allah), dalam waktu dua hari saya memanggil Pencipta saya, saya menerima jawaban itu,” kenangnya setelah belajar tentang Nabi Muhammad Saw dan hal-hal lain tentang Islam.
“Ya. Aku menemukannya,” ujarnya dalam hati. Saat itu ia sedang di kelas. Ia menangis. Hatinya diisi dengan sukacita. Ia pun berlari keluar dari kelas. Gurunya kaget dan berkata:  ” Tanya, mau ke mana kamu?”
“Saya tidak bisa menjawab. Saya berlari ke kamar kecil dan saya belum tahu apa itu wudhu, tapi saya membasuh wajah agar bersih. Saya kira saat itu saya berusaha berwudju. Saya hanya berkata: saya telah menemukannya!”
Tanya akhirnya melihat seorang Muslimah berjilbab di sekolahnya. Ia berkata kepadanya: “Apakah Anda seorang Muslim?” Muslimah itu menjawab “Ya”. Tanya pun berkata: “Saya perlu bicara dengan Anda karena saya pikir saya juga seorang Muslim.”
Tanya pun diajak Muslimah itu untuk menemui keluarganya. “Dengan tangan terbuka, mereka mengundang saya ke rumah mereka.”
“Mereka akan memberi saya pakaian, buku, makanan, lainnya. Mereka menunjukkan keramahan mereka dan membawa saya ke masjid. Saya pun mengucapkan syahadat, La Illaha Illa Allah, Muhammad Rasul Allah, kata-kata yang hampir tak bisa keluar dari mulut saya karena saya begitu kewalahan.”
Tanya mengaku, hidupnya berubah sejak masuk Islam. Hidupnya jelas dan terarah. Batinnya tenang. “Saya mendorong semua orang untuk terus berupaya menemukan kedamaian batin,” katanya. Kisah selengkapnya dapat disimak di Youtube: Canadian Girl Muslim Convert – A Journey To Islam. (Mel/OnIslam.net/ddhongkong.org).*


Related Articles/Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment