28 Aug 2011

sinopsis film the mirror never lies

Pakis (Gita Lovalista) tak pernah lelah untuk menanti ayahnya kembali ke rumah. Ayahnya yang pergi melaut telah lama tidak kembali pulang. Pakis percaya bahwa sang ayah masih hidup dan akan kembali menemui dirinya dan ibunya. Bahkan Pakis yang merupakan anak suku Bajo melakukan ritual khas sukunya dengan menggunakan cermin yang dipercaya bisa melihat bayangan keberadaan orang yang hilang di laut.

Namun usaha Pakis selalu saja ditentang dengan ibunya, Tayung (Atiqah hasiholan). Ibunya selalu menganggap bahwa usaha Pakis adalah sia-sia. Tayung selalu marah ketika Pakis membicarakan ayahnya. Pakis tidak pernah menyerah, ia bersama Lumo (Eko), sahabatnya selalu menanti dan berharap kembalinya sang Ayah. Keadaan semakin rumit ketika hadirnya Tudo (Reza Rahadian), seorang peneliti lumba-lumba dari Jakarta yang tinggal di rumahnya. Konflik pun terjadi diantara mereka.

Film ini mengangkat keindahan alam Wakatobi, Dini juga menyisipkan berbagai acara adat suku Bajo. Seperti salah satunya acara adat Kabuenga, acara cari adat bagi suku Bajo. Tak hanya itu, pesan demi pesan juga turut mewarnai film yang berlokasi syuting seluruhnya di Wakatobi ini. Misalkan seperti ketika Pakis yang mencuri ikan yang masih kecil hasil tangkapan nelayan lalu melepaskan kembali ke laut. Ya, mereka telah membuat peraturan bahwa ikan yang masih kecil tidak boleh ditangkap.
Suku Bajo itu bersama-sama menjaga laut mereka, karena laut merupakan bagian kehidupan mereka. Dengan keterbatasan serta sarana pendidikan yang masih minim mereka berhasil menggambarkan bagaimana seharusnya manusia mencintai dan menjaga alamnya.




Related Articles/Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment