28 Feb 2011

Mengenal Monitor Layar Datar LCD (Liquid Crystal Display)

Layar LCD memanfaatkan dua keping bahan yang terpolarisasi dengan ditambah cairan kristal di antara keping tersebut. Sinyal listrik yang dilewatkan melalui cairan kristal tersebut akan membuat kristal yang ada di dalamnya mencegat cahaya yang lewat. Oleh karena itu tampilan LCD jenis MONOCHROME biasanya berupa citra warna biru atau gelap dengan latar belakang abu-abu muda.


LCD berwarna menggunakan dua jenis teknik untuk menghasilkan warna, yaitu :
1. Pasive Matrix
    Teknologi yang digunakan lebih murah dibandingkan active active matrix.Pada lCD ini terdapat  sederetan transistor di atas (sumbu x) dan di samping (sumbu y) monitor.Transistor-transistor ini memberi energi pada piksel (pixel). Piksel merupakan pertemuan dari pancaran transistor sumbu X dan sumbu Y. Oleh karena hal tersebut maka teknologi ini sering juga disebut Dual Scan Monitor

   Kelemahan teknologi ini :
monitor harus dilihat secara tegak lurus. Jka dipandang dari sudur agak menyamping, maka tulisan pada monitor tidak akan terlihat. kelemahan lain, jika ada transistor yang mati, maka akan terlihat adanya garis gelap melintang atau tegak lurus pada layar monitor.
pada teknologi Passive matrix yang lebih baru seperti CSTN (Color Super-Twisted Nematic),DSTN (Double Layer super-Twist Nematic) dan HPA ( High-erformance adressing) kecerahan citra lebih bagus


2. Active Matrix
    Teknologi ini menggunakan Thin Film Transistor (TFT). Hasil warna yang diperoleh sebagus CRT, namun teknologinya mahal.Active matrix memiliki transistor yang memancarkan cahaya sendiri pada masing-masing piksel, sehingga warnanya lebih cerah, dan tak harus dilihat dengan sudut pandang tegak lurus. Namun karena adanya banyak transistor ini, mengakibatkan pemakaian daya jenis monitor lebih tinggi dan memungkinkan kerusakan pada piksel lebih besar.


Related Articles/Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment