31 Jul 2010

Ruh-ruh Anak Cucu Nabi adam

Setelah Nabi Adam Di perintahkan Oleh Allah SWT untuk menunaikan Ibadah Haji,Beliau sngat rajin dalam menjalankan perintah Allah SWT. Suatu ketika Nabi Adam berada  di dekat Ka'bah,Malaikat Jibril mendekatinya.Jibaril mendapat perintah dari Allah SWT untuk membawa Adam as ke satu sungai. Dahulu dinamakan dengan sungai NA'MAL. Sesuai dengan perintah Allah SWT, Jibril menyapukan tanah dari dasar sungai itu ke bagian belakang tubuh Nabi Adam as. Adam as pun penasaran ingin bertanya," Hai Jibril, hikmah apakah ini?" jawab Jibril " Itulah anak cucumu uang kan dijadikan oleh Allah SWT."
     Setelah proses itu, mata Nabi ADam as. dibukakan hijabnya. Dilihatnya ruh yang begitu  banyak. memenuhi angkasa di atas Nabi Adam as. " Hai Jibril, apa yang datang begitu sangat banyaknya" tanya Nabi Adam as.
" Itulah ruh seluruh anak cucumu," jawab Jibril. " Jika demikian banyaknya anak cucu hamba, dimanakah tempatnya di dalam dunia ini?" tanya Adam a.s. lagi.
" Hikmah Tuhanmu yang Mahakuasa terhadap ciptaan-Nya. Hai Ada, sebagian diciptakan-nya, sebagian lagi di dalam rahim ibunya, dan sebagian lagi di sulbi bapaknya. Dan mereka yang telah ada sebelumnya sebagian dimatikan," jelas Jibril. 
Firman Allah SWT: " Sebagian kuciptakan anak cucu Adam, dan sebagian lagi tersebar pada tulang belakang Adam, dan sebagian pada rahim Hawa, dan sebagian lagi terhampar di dalam bumi."
 " Anak cucuku ini kulihat bermacam-macam perilakunya, sebagian Islam, sebagian Kafir, sebagian mukmin, sebagian perusak, sebagian bahagia, sebagian sengasara, sebagian kaya, dan sebagian miskin, ujar Nabi Adam a.s. " Hai Adam, Firman Allah SWT, "Lihatlah olehmu anak cucumu yang kaya itu, tidaklah ia mengatakan anugerah-Ku, dan yang miskin itu, tidaklah sabar dan bersyukur terhadap-Ku."

Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada seluruh arwah tersebut bershaf-shaf, teratur dari Masyrik hingga ke Maghrib. Berkat hikmah Allah, mereka yang berada pada shaf sbelah kanan itulah orang-orang  beriman, sedangkan yang disebelah kirinya adalah mereka yang munafiq, Zandiq, dan sombong. Mereka yang dihadapan Adam a.s itu adalah para Nabi,dan Wali (Ulama). Sedangkan yang berada dibagian belakang Adam a.s adalah orang-orang kafir dan musyrik. Allah SWT berfirman: : Alastu bi Rabbikum, (Bukankah Aku Tuhanmu)?" Arwah-arwah itu pun berkata, " Bahwasanya Engkaulah Tuhan Kami".
Firman-Nya lagi, " Sujudlah kamu sekalian pada Tuhan kamu yang menciptakan kamu itu!"
  maka shaf yang disebelah kanan Nabi Adam a.s itu seluruhnya bersujud. Sedangkan yang di sebelahkirinya tidak mau sujud.

  Datnglah firman Allah SWT lagi, " Sujudlah kamu sekalian sekali lagi!" Maka shaf yang sebelah kanan sepertiganya tidak mau sujud, dan dua pertiganya masih tetap sujud. Dan yang di sebelah kiri Adam a.s itu dua pertiga bagian merendahkan dirinya, lalu akhirnya mau sujud. Mereka yang kalipertama bersedia bersujud, kemudian menjadi tidak mau sujud, itulah mereka yang pada awalnya memeluk islam, kemudian di hari kematianyatelah menjadi kafir. Adpun mereka yang  tidak bersujud pada kali pertama, dan kemudian akhirnya bersedia bersujud, mereka adalah orang yang pada awalnya kafir, namun akhir hidupnya telah menjadi muslim. Sedangkan mereka yang pada awalnya sujud, kemudian bersujud lagi, mereka adalah orang yang pada awalnya beragama islam dan akhir hayatnya masih tetap beragama islam. Dan arwah-arwah yang tidak sujud sekalipin, merekalah yang selama hidupnya tetap dalam kekafiran.

" Ya Asam, seluruh (ruh) yang berada di sebelah kanan itu adalah umat islam yang akan mengisi surga, dan seluruh (ruh) yang berada di sbelah kiri itulah yang kan mengisi neraka. Hai Adam, bahwasanya tidak ada artinya terhadap-ku segala kedurhakaan mereka itu," tegas Allah SWT Mendengar firman tersebut, menangislah nabi Adam a.s, seraya berucap, "ya Tuhanku, tidaklah Kau jadikan mereka seluruhnya juga satu beragama islam, dan seluruhnya menyembah Engkau." 
"Hai ADam, oleh karena itulah, Kuciptakan mereka itu. Barangsiapa yang percaya terhadap segala tanda(kebesaran-Ku)
, dan Rasul-Ku, serta ismail dan Ishak pun tahu terhadap anaknya Ya'qub menjadi nabi, dan Ya'qub pun tahu terhadap anaknya Yusuf menjadi nabi, dan Yusuf pun tahu terhadap Musa menjadi nabi, dan Musa pun tahu terhadap saudaranya Harun menjadi nabi, dan Harun pun tahu terhadap Daud menjadi nabi, dan daud pun tahu terhadap Sulaiman yang menjadi nabi, dan Sulaiman pun tahu terhadapYunus menjadi nabi, dan Yunus pun tahu terhadapZakariya menjadi nabi, dan Zakariya pun tahu terhadap Yahya menjadi nabi, dan Yahya pun tahu terhadap Isa menjadi nabi, dan Isa pun tahu terhadap Muhammad SAW menjadi nabi serta  rasul, dan beliaulah akhir dari segala nabi."


Related Articles/Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment