31 Jul 2010

Iblis Dapat masuk ke Dalam Surga

Adam berfikir bahwa seluruh pintu sorga begitu kokohnya; tidak mungkin dapat dimasuki oleh iblis. Di samping itu, katanya dalam hati, bahwa apa kesalahannya terhadap iblis, lagi pula iblis bertempat sangat jauh dengan dirinya, yakni di bumi, dan Adam a.s di surga. Iblis senantiasa mencari jalan ingin memperdayakan Adam a.s hingga membinasakannya. Iblis mulai memcari kesempatan untuk menyesatkannya. Iblis pun pergi dari bumi lapis pertama, menuju surga yang melalui tujuh lapis langit.

Singkat cerita, Iblis telah tiba di depan pintu surga. Dengan sabar ia menanti terbukanya pintu itu. Tiba-tiba datang ke dekat pintu surga seekor burung merak. Merak melihat keluar melalui celah-celah dinding surga, karena didengarnya ada suara suatu tangisan di sana. " Siapa engkau ini?" tanya merak. " Aku ini seorang malaikat di antara para malaikatyang banyak. Dan aku sangat ingin bertemu dengan engkau,"jawab iblis.
" Mengapa engkau duduk di sini.Apa dayamu hendak bertemu dengan aku ini?"tanya merak lagi.
kemudian engkau berdiri di depan pintu surga ini, agar diajari padamu suatu do'a yang hendak kuajarkan ini tiga hal khasiatnyaakan dianugerahkan oleh Allah SWT kepada siapapun yang mengamalkannya. Pertama, muda selama-lamanya; kedua, tidak mati selama-lamnay; dan ketiga, ia tidak akan keluar dari surga selama-lamanya.," ujar Iblis.

"Aku tidak dapat membuka sorga, pintu sorga ini dikunci oleh malaikat selam Adam di dalam sorga," tandas merak. "Bicarakan juga olehmu mengenai (caranya)membuka pintu sorga," kata IBlis lagi.Kemudian burung merak itu berlalu untuk memberitahukan kepada penghuni sorga yang lain mengenai kejadian yang telah dialaminya itu. Kebetulan makhluk pertama yang ditemuinya ular. Setelah diberitahu, ular pun segera menghampiri ke dekat pintu sorga. Ternyata di luar, iblis tenga menangis, maka ular pun menengokkan kepalanya melalui celah-celah dinding.
Melihat ada yang memperhatikan tingkah iblis, ia pun bicara, "Hai ular, pelajarilah olehmu apa-apa yang berasal dari aku (berupa) do'a ini,agar engkau terhindar dari bahaya kejahatan, serta aku minta janji darimu untuk membawaku ke dalam sorga ini." Ular menegaskan ," Aku tidak dapat membuka pintu sorga ini selama Adam berada di dalamnya, karena sorga ii dikunci oleh Malaikat, dan kuncinya berada pada dia."
" Aku tidak bisa menjejakkan kakiku (ke dalam) sorga, melainkan hanya pada pintu sorga ii. Tetapi bukalah mulutmu supaya aku dapat masuk ke dalam mulutmu," kata Iblis.

Gumam ular dalam hatinya, "ia tidak akan dapat masuk ke dalam mulutku." Ular pun akhirnya mau membuka mulutnya. Iblis segera melompat masuk ke dalam mulut ular. " Hai ular, bawalah aku olehmu ke pohon khuldi itu." Setelah  sampai di tujuan, Iblis segera ke luar, dan duduk di pohon itu. untuk menarik perhatian penghuni sorga, ia menangis dengan kerasnya. terkejutlah para penghuni sorga yang mendengar suara tangisan tersebut. Disebabkan tidak ada sebelumnya yang menangis di dalam sorga. Para Bidadari yang mendengarnya segera mendekati ke arah suara tangisan tersebut.Hawa, dari kejauhan melihat Bidadari tengah berkerumun, ia pu mendekati mereka, seraya berkata, "Ada apa dengan kalian berkerumun seperti ini?" Sahut Bidadari itu, Pada ular ini terdapat seseorang di dalam mulutnya. Siapakah ia, tidak ada seorang pun dari kami yang mengetahui."
Mengetahui ada Hawa di depannya, iblis memalingkan wajahnya ke arah Hawa. " Hawa bertanya kepada iblis, " Hai Orang Tua, siapa Engkau, dan dari mana datangmu, dan apa yang engkau tangiskan itu?"

Jawahb iblis, " Hai Orang Muda, sesunggguhnya aku ini ( berasal) dari malaikat, dan aku tangiskan itu karena engkau akan dikeluarkan oleh Allah Ta'ala dari daldm sorga ini. Jika engkau hendak kekal di dalam sorga ini, makanlah olehmu buah pohon ini, niscaya tidak lah engkau akan keluar lagi di daldm sorga ini selama-lamanya." Lanjutnya, " Aku yang menunjukkan tempat pohon itu. Makanlah olehmu buahnya. Sesungguhnya jika engkau makn itu, niscaya kekallah engkau di dalam sorga ini.
 Tidaklah engkau ke luar dari dalamnya." 
Tegas hawa, " Aku dilarang oleh Allah Ta'ala dari memakan buah pohom itu.Bagaimana engkau ini, menyuruh aku untuk memakan buah pohon itu?"
"Ketahuilah olehmu bahwa itulah hikmah Allah hendak mengeluarkan engkau ke dunia lagi. Engkau akan dijadikan tua oleh-Nya, jadi buruklah rupamu. Jika kau makan buah pohon itu,tiadalah engkau akan merasakan kejahatan lagi," bujuk iblis mulai berupaya menyesatkan bangsa manusia. Seraya bersumpah dengan nama Allah dan beberapa sumpah yang besar-besar.
Hawa mulai luntur keyakinannya terhadap perintah Allah untuk  tidak memakan buah khuldi. Ia mulai berfikir bahwa orang ini telah bersumpah dengan nama Allah Ta'ala yang Mahabesar, tentunya karena ingin menunjukkan jalan kebaikan kepadanya. Dan dialah (iblis) bersumpah kepada keduanya,Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua." (QS.7 :21)
Akhirnya, Hawa pun berhasil dibujuk oleh iblis.Diambilnya tiga buah pohon khuldi yang dilarang itu. Satu telah dimakannya, sedangkan sisanya akan diberikan kepada suaminya, Adam a.s. Tatkala diberikan kepada Adam as, ia pun bertanya : buah apa ini? "sahut Hawa, Inilah buah dari pohon yang dilarang oleah Allah Ta'ala itu. Tuan, makanlah satu saja. Saya makan sebuah". Adam bertanya lagi, " Bagaimana rasanya buah ini?"
"Amat baik cita rasanya," jawab Hawa.
"Aku tidak mau memakannya," ujar Nabi Adam as..Saya sudah makan itu. Mengapa Tuan tidak mau memakannya," bujuk Hawa. " Karena aku sudah berjanji setia dengan tuhanku, tidak boleh, bahwa aku dilarang memakan buah itu, maka tidaklah aku mau mengabaikan perintah Tuhanku," tegas Nabi Adam as.

Dan Sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa atas perintah itu, dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat (QS. 20 : 115).
Hawa mencari akal agar nabi Adam as dapat memakan buah khuldi. Dicobanya satu cara yang dianggapnya bakal berhasil, yaitu dengan memberi khamar kepada nabi Adam as. Setelah diminum oleh Adam as, membuatnya menjadi lupa terhadap janji setianya kepada Allah SWT mengenai larangan memakan buah khuldi. Hatinya pun tertutup. Adam as pun memakannya. Namun, baru saja sampai di kerongkongannya, maka terlepaslah mahkota yang dikenakan di kepalanya; jath terbang. Seluruh perhiasan Adam dan Hawa pun tiba-tiba terlepas dari tubuh keduanya, lenyap tidak berbekas. kursi kebesaran Adam yang terbuat dari emas dengan bertahtakan ratna-mutumanikam pun lenyap. Lalu tubuh mereka kini tanpa busana sama sekali.
Disebutkan dalam alqur'an artinya:
maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di sorga),dan durhakalah Adam kepada tuhan dan sesatlah ia (QS.20:121)

Lalu keduanya berlari-lari melihat kepada satu pohon yang karnya terbuat Zamrud, dan seluruh cabangnya dari emas, dedaunannya terbuat dari SUNSUDIN dan ASTABRAQIN. Adam pun berdoa " Ya Allah, baik sekali pohon ini, indah nian rupanya. Kau anugerahkan kiranya kepada hamba-Mu ini."
Namun Allah SWT belum memperkenankan permintaannya itu. Lalu Adam mencari pohon lagi. kali ini ia menjumpai sebuah pohon yang bernama Al-Jabbar. Namun, pada saat akan mengambil daunnya, si pohon tersebut tiba-tiba  meninggikan dirinya. Ada lagi pohon yang bernama Ud. Adam meminta kepada pohon itu dedaunannya. Namun, terdengar suara : hai pohon-Ku, Ud, prtolonganmu itu akan sia-sia, karena yang kau toling itu (telah) mengabaikan perintah-Ku."
Pohon Ud pun meninggikan dirinya. Sedangkan Adam dan Hawa berlari- lari di dalam sorga karena sangat kalutnya. Ketika adam dan istrinya tengah berlari-lari  ketakutan, terdengarlah suara menyahutnya, hai Adam."
Namun Adam tidak menanggapinya.Dua kali lagi sahutan suara itu muncul.

Lalu Jibril menyeru kepada Adam, " hai Adam, Tuhanmu memberi firman kepadamu. Mengapa engkau tidak menyahut." Lalu muncul lagi suara lain: " Larilah engkau dari-Ku." Adam memelas sedih, " malu sekali hamba ke hadirat-Mu, ya Tuhanku." Allah berfirman, " Adam, tidaklah sudah kutegaskan padamu bahwa jangan kau makan buah dari pohon itu. Tidakkah Kuajari kepadamu bahwa iblis itu musuhmu yang nyata. Maka Adam berucap lirih : 
Keduanya berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kam, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi" ( QS. 7 : 23)


Related Articles/Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment