1 Apr 2010

Sosial Ekonomi Bajo

Hampir sebagian besar masyarakat suku Bajo mempertahankan hidup dengan menjadi nelayan. Sehingga untuk mendapatkan makanan dari hasil pertanian, keluarga Bajo menukarkan hasil tangkapan ikannya dengan keluarga etnis Sangihe di pasar-pasar tradisional. Sistem barter ini bertahan cukup lama. Di kawasan TN Bunaken, selain etnis Sangihe dan Bajo, terdapat etnis Minahasa, Gorontalo, Bugis, Bolaang Mongondow, Buton dan Ternate.

Persebaran orang Bajo tampaknya telah terasosiasi dengan berkembangnya perdagangan hasil laut seperti teripang, yang dikenal sebagai makanan lezat China dan bukan hanya ikan saja. Selain itu suku Bajo juga mencari kima (Tridacna spp).

Di NTT ( Maumere) masih juga berlaku sistem barter. Contohnya saja di Pulau Parumaan.Pasar yang selalu mereka kunjungi adalah pasar Geliting dan pasar Talibura.Disanalah mereka menukarkan hasil tangkapan ikan dengan makanan-makanan pokok,selebihnya hasil tangkapan ikan di jual untuk keperluan keluarganya.








Related Articles/Artikel Terkait



1 komentar:

bajau di malaysia...bajau tidak tinggal di atas air laut..tetapi tinggal di pesisir pantai...dan pedalaman...yang tinggal di pesisir pantai berprofesi sebagai nelayan..sementara bajau yang tinggal di darat...berprofesi sebagai petani..guru, doktor, pemerintah...peguam dan sebagainya...
salam bajau nusantara..

Post a Comment