29 Mar 2010

Suku Bajo Parumaan

Dulu sebelum gempa tahun 1992 pusat suku bajo ada di pulau parumaan .Saat itu penyebaran suku bajo sudah banyak.Ada yang memilih tinggal di Pulau Babi,Tanadewan,wuring,Nangahure dan masih banyak lagi di pesisir pantai barat Flores.Hal ini disebabkan kehidupan yang nomaden guna mencari tempat yang cocok untuk bermukim.Walaupun berbeda tempat tetapi masih satu bahasa.Inilah yang membuat suku bajo sangat rukun.

Suku bajo menyebar kebeberapa tempat setelah kejadian tragis gempa tahun 1992.Setengah jumlah Penduduk asli Parumaan mengungsi ke daerah Nangahale,ada juga memilih untuk tinggal di Wuring,dan Nangahure.Tidak salah lagi mereka pastinya berlokasi di pesisir pantai, guna memudahkan mereka untuk berinteraksi dengan lautan.Agama islam adalah pilihan keyakinan turun temurun untuk semua suku bajo.Prioritas pendidikan di pulau ini masih tergolong rendah,kebanyakan orangtua berfikiran pendidikan tidak penting asal bisa tau baca dan menulis saja itu sudah cukup.Hal inilah yang terekam pada masing-masing anak mereka.Apalagi sistem pendapatan keuangan yang hampir tiap hari masuk kekantong membuat orangtua dan anak-anaknya malas untuk sekolah.Sulitnya Suku Bajo untuk maju disebabkan tradisi sebagai nelayan turun-temurun yang sangat kuat. Dalam suku ini, nelayan adalah pekerjaan satu-satunya. Itu membuat mereka cenderung tidak ingin keluar dari komunitas yang sudah terbangun sejak lama.Anak-anak Suku Bajo memang tidak didorong bersekolah oleh orang tuanya, sehingga mereka sangat tertinggal.

Meskipun latarbelakang kurang berpendidikan, kebersamaan dan kerukunan antara warga sangat kuat.Bagi mereka loyalitas antara sesama sangat membangun kehidupan yang harmonis.
Kerjasamanya sangat tinggi dalam hal yang berhubungan dengan mata pencaharian mereka.misalnya saja salah satu keluarga belum mempunyai perahu,keluarga yang lain pasti akan menyumbangkan perahunya.

Selain ahli dalam bidang kelautan masyarakat bajo juga pada umumnya mempunya minat kreativitas dan bakat olahraga.Nilai kreativitas itu sangat mahal harganya dan tidak bisa dibeli oleh siapapun, sehingga bagi suku Bajo selalu menilai bahwa kreativitas yang dia miliki adalah sebagian dari rasa persaudaraan yang hakiki.Contoh kecil bakat olahraga yang tak dapat dipisahkan dari generasi Bajo adalah sepakbola.Kita dapat melihat disaat air surut dipesisir pantai,pasir putih yang kering dan membetang jauh kelautan iya jadikan lapangan sepak bola dan lebih anehnya lagi apabila air surut itu berkisar jam 10 pagi menjelang siang iya tidak dihiraukan juga,walaupun panasnya terik matahari tidak menjadi halangan.

Sebab itulah bakat olah raga tak akan pernah hilang dari dunia generasi muda dan masyarakat suku bajo karna pada umumnya dengan kegiatan yang dilakukan itu dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekompakan dalam bertiem,misalnya dalam kegiatan sepak bola.Dalam bahasa Bajo kebersamaan berarti anusipaddakawangna.

Peran Suku Bajo Di Maumere sangat penting dalam hal penangkapan ikan.Bisa dibayangkan bila suatu waktu masyarakat Bajo di Maumere
melakukan boikot massal, tidak menjual ikannya kepada pasar-pasar lokal
tetapi mereka menjualnya kepada sindikat pedagang asing. Pasti terjadi
keguncangan sosial dan ekonomi yang dahsyat. Implikasi yang lebih jauh
adalah kita akan menderita kurang gizi yang bersumber dari protein
hewani. Pernyataan di atas dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberadaan
masyarakat Bajo menempati posisi yang strategis dalam kehidupan ekonomi
masyarakat maumere. Namun dalam realitas sosial, kehidupan masyarakat Bajo masih
tetap saja pada posisi yang marjinal.Contohnya saja Setiap pagi para nelayan dari Wuring,Nangahure,Nangahale,Parumaan berbondong-bondong menjual ikannya di pasar ikan Maumere.Berkat peran merekalah sehingga kita dapat mengkonsumsi ikan hasil tangkapan mereka.


Related Articles/Artikel Terkait



2 komentar:

Blog yang bagus..ini bukan blog pemula..sukses terus..jangan lupa pulang kampung teman..hahaha

thanks ..bro..Sudah tentu saya pulang,,tapi selesai kuliah dulu..heheheehe...

Post a Comment