30 Mar 2010

Persebaran Suku Bajo di Indonesia

Kendari

- Suku Bajo dikenal sebagai pelaut ulung yang hidup matinya berada diatas lautan. Bahkan perkampungan merekapun dibangun jauh menjorok kearah lautan bebas, tempat mereka mencari penghidupan.

Laut bagi mereka adalah satu-satunya tempat yang dapat diandalkan. Orang Bajo ini pun menyebar ke segala penjuru wilayah nusantara semenjak abad ke-16 hingga sekitar 40- 50 tahun silam (perpindahan terakhir terjadi di berbagai wilayah di NTT). Di berbagai tempat, orang Bajo banyak yang akhirnya menetap, baik dengan inisiatif sendiri ataupun dipaksa pemerintah. Namun tempat tinggalnyapun tidak pernah jauh dari laut. Mereka membangun pemukiman-pemukiman baru di berbagai penjuru Indonesia. Berikut sebagian dari tempat bermukimnya suku Bajo ini yang ada di Indonesia.

JAWA TIMUR

Suku Bajo diperkirakan banyak terdapat di Kepulauan Kangean, Sumenep. Umumnya mereka tinggal di

Pulau Sapeken, Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Paliat dan pulau-pulau sekitarnya. Mereka tinggal bersama dengan suku Madura dan Bug.

BALI

Kebanyakan ditemui di Singaraja dan Denpasar atau kawasan pantai membaur dengan masyarakat Bali dan Bugis. Nusa Tenggara Barat Suku Bajo di pulau Lombok ditemui di sebuah kampung di Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur. Sedangkan di Pulau Sumbawa, mereka banyak dijumpai di Pulau Moyo dan sekitarnya, serta kawasan Bima di belahan timur Sumbawa.

NUSA TENGGARA TIMUR

Di Pulau Flores mereka dapat di jumpai di kawasan pesisir, mulai dari Kabupaten Manggarai Barat hingga Flores Timur (di sana ada kota bernama Labuhan Bajo yang diambil dari nama suku itu). Pemukiman mereka di Nusa Tenggara Timur antara lain di Lembata yakni di wilayah Balauring, Wairiang, Waijarang, Lalaba dan Lewoleba. Pulau Adonara : Meko, Sagu dan Waiwerang. Sedangkan sisanya bermukim di Pulau Solor, Alor dan Timor, terutama Timor Barat. Mereka sudah bermukim disana sejak ratusan tahun silam dan hidup rukun dengan penduduk setempat.Di Maumere Suku bajo berpusat di Pulau Parumaan.Setelah gempa tahun 1992 mereka tersebar kebeberapa tempat seperti Nangahale,Wuring,Nangahure.
Orang Bajo juga banyak dijumpai di kawasan sekitar Pulau Komodo dan Rinca.

GORONTALO

Sepanjang pesisir Teluk Tomini, terpusat di wilayah Kabupaten Boalemo dan Gorontalo.

SULAWESI TENGAH

Kepulauan Togian di Teluk Tomini, Tojo Una-Una, Kepulauan Banggai. Selain itu dimungkinkan dijumpai di pesisir Kabupaten Toli-Toli, Parigi Moutong dan Poso.

SULAWESI TENGGARA

Terdapat di pesisir Konawe dan Kolaka ( pulau utama). Di Pulau Muna ( Desa Bangko, Kecamatan Baginti yang konon sudah ada sejak abad ke-16), Pulau Kabaena, Pulau Wolio, Pulau Buton, Kepulauan Wakatobi ( Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Binongko).

SULAWESI SELATAN

Terpusat di Kelurahan Bajoe, Kabupaten Bone. Orang Bajo banyak tinggal di kawasan sepanjang pesisir teluk Bone sejak ratusan tahun silam. Selain itu orang Bajo juga banyak bermukim di pulau-pulau sekitar Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua. Orang Bajo terutama di Sulawesi Selatan banyak mengadaptasi adapt istiadat orang Bugis atau Makassar. Atau juga adat istiadat Buton di Sulawesi Tenggara. Sedangkan orang Bajo di Sumbawa cenderung mengambil adapt Bugis, bahkan seringkali mengidentifikasi dirinya sebagai orang Bugis/Buton di beberapa daerah. Meskipun telah ratusan tahun tinggal bersama penduduk lokal yang beragama Katolik atau Kristen di NTT, orang Bajo tetap sampai sekarang taat menganut agama Islam, dan bagi mereka Islam adalah satu-satunya agama yang menjadi ciri khas suku ini. Menjaga kekayaan laut adalah salah sifat yang diemban oleh suku Bajo. Dengan kearifannya mereka mampu menyesuaikan diri dengan ganasnya lautan.


Related Articles/Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment