28 Mar 2010

Asal Usul Suku Bajo Maumere




Sebelum bercerita mengenai keberadaan suku bajo di pulau Parumaan dan sekitarnya,di sini akan diceritakan asal muasal suku bajo.
Banyak versi yang menjelaskan asal muasal suku bajo yang tersebar di seluruh nusantara.Konon suku bajo berasal dari laut Cina Selatan.Ada versi yang menyatakan nenek moyang mereka berasal dari Johor, malaysia.Mereka keturunan orang-orang Johor atau keturunan suku Sameng yang ada di semenanjung Malaka malaysia.Pada saat itu mereka di perintahkan sang raja untuk mencari putrinya yang kabur dari istana.Orang-orang tersebut melaksanakan perintah raja,mereka mengarungi ke sejumlah tempat hingga akhirnya sampai di Sulawesi.Kabarnya sang puteri berada di Sulawesi,menikah dengan pangeran Bugis kemudian menempatkan rakyatnya di suatu daerah yang sekarang bernama BAJOE.Lambat laun orang-orang suruhan raja yang di tugaskan mencari puteri raja memilih untuk tinggal di Sulawesi,Enggan untuk kembali ke Johor.Keturunan mereka kemudian menyebar ke segala penjuru wilayah indonesia semenjak kurang lebih abad ke-16 dengan perahu ( Soppe).Itulah sebabnya mereka digolongkan suku laut nomaden atau manusia perahu (Seanomedic).

Setelah berpuluh-puluh tahun perkembangan suku bajo sangat pesat,sehingga tersebar ke wilayah timur dan barat Indonesia.
Nah dari kisah ini,suatu ketika ada seorang nelayan yang bernama 'mbo Garonggoh' yang berpetualang mengarungi lautan,sehingga sampai di pulau Parumaan.Sebelum keberangkatan beliau,ada beberapa sayembara yang akan dilaksanakan di tempat ia tinggal.Salah satunya adalah lomba (kambote) yaitu menurut adat istiadat setempat kambote atau bakul yang terbuat dari daun kelapa yang di anyam,kemudian di isi dengan biji jagung dan beras.Syaratnya adalah siapa yang berhasil yang melubangi kambote tersebut berarti dia keturunan DATUK atau PUAH.Sudah berpuluh-puluh orang yang ikut serta dalam lomba itu,namun tidak salah seorang pun yang berhasil melubangi kambote dengan sebilah pisau.Tapi dengan kehebatan mbo Garonggoh,beliau berhasil melubanginya dengan sebatang kayu yang runcing.Dari sinilah beliau sangat di segani,sehingga masyarakat setempat ingin membunuhnya.Pada saat itu mereka membuat perkumpulan dengan nama atabello yaitu gabungan antara suku bajo,bugis,buton untuk membunuh beliau.Akhir beliau bersama keluarganya pergi Pongke artinya mencari ikan selama beberapa hari biasanya satu pekan atau dua pekan,selama perjalanan beliau selalu diikuti oleh atabello kemana saja beliau pergi.Hari berganti minggu,minggu berganti bulan,tibalah mereka di suatu tempat konon ceritanya nama tempat tersebut ( sekarang Labuan bajo) inilah tempat pertama yang mereka singgahi.Hingga akhirnya masih juga diikuti oleh atabello.Lambat laun beliau dan sanak keluarganya merasa terganggu sehinga beliau menyusuri pantai utara Flores dengan Soppe.Dengan ilmu lautnya yang tangguh beliau sampai juga di suatu tempat lagi,yang sekarang namanya Geliting.Disinilah beliau bermukim selama setahun dan bisa bertahan hidup.Dengan keahlian beliau menangkap ikan dapat meraup penghasilan yang banyak.Pada saat itu keuanganya masih di lakukan secara barter,ikan ditukar dengan jenis-jenis makanan pokok.Dalam perjalanannya masih juga di usik oleh atabello maka beliau meninggalkan geliting menuju timur flores pada akhirnya tiba di Nangahale(sekarang Nangahale).Karena merasa tidak aman beliau memutuskan untuk meninggalkan Nangahale untuk pindah lagi menyusuri pantai timur (sekarang Tanjungdarat) menyebrangi selat Pangabatang hingga tibalah dia di suatu pulau(sekarang parumaan) disinilah beliau dan keluarganya bersembunyi.

Sudah berhari-hari mereka tinggal akhirnya persediaan air minum habis.Beliau menyuruh awak kapalnya untuk mencari air,namun belum dapat juga.Sehingga akhirnya beliau sendiri ikut mencari air minum.Pada saat itu pulau parumaan masih penuh dengan padang rumput dan pohon reo.Berkat yang maha kuasa mereka menemukan seekor burung tekukur yang berbondong-bondong hinggap di suatu air,nah disinilah mereka dapat mengambil air untuk kebutuhan sehari-hari.Setelah merasa aman beliau memilih untuk bertempat tinggal di pulau ini, karena letaknya sangat strategis berada diantara beberapa pulau.Bagian utara ada pulau kondo,bagian Selatan ada pulau Dembila,bagian Timur ada pulau Babi dan bagian barat ada pulau Besar.Jadi pulau ini terletak ditengah-tengah.Atabello masih juga ambisius untuk membunuh Mbo garonggoh.Karena mereka tidak lagi menjumpai beliau maka berlayarlah mereka menuju timur Flores.Dari sinilah beliau melangsungkan hidupnya dan menetap di pulau itu kemudian beliau memberi nama Parumaan artinya pulau penuh berkah.


Related Articles/Artikel Terkait



0 komentar:

Post a Comment